| Mobil Nissan Bergaya Harajuku |
| Written by ferry janupati |
| Tuesday, 06 October 2009 02:23 |
|
Kreatifitas orang jepang untuk menumpahkan ide ide tentang harajuku ternyata tidak Cuma melalui media fashion apparel. Saat ini perusahaan mobil asal jepang nissan membuat mobil yang sangat unik. Mobil ini merupakan mobil kota yang mengadopsi style harajuku pada desainnya.
Mobil ini bernama Nissan Nuvu. Nissan Nuvu yang diperkenalkan oleh Nissan pada hari pertama pembukaan Paris Motor Show untuk wartawan, merupakan salah satu mobil konsep yang sangat menarik karena penampilannnya yang unik. Mobil tersebut masuk kategori mini: panjang 3 m, lebar 1,7 m, jarak sumbu roda 1,98 m dan tinggi 1,55 m, mirip “kotak berjalan”. Tak kalah menarik, penampilan unik dan menarik Nuvu diperoleh dari kreasi “liar” desainer dan seniman Harajuku. Sedangkan target yang ingin dicapai dengan diluncurkannya mobil ini adalah untuk mengatasi masalah transportasi, lalu lintas, parkir plus membaskannnya dari emisi. Selain desain eksteriornya yang unik dan inspiratif, interiornya juga bernuansa baru, bergaya moderen namun fungsional.
Mobil Kota Nissan menargetkan, Nuvu adalah mobil anak muda masa depan yang penuh kreativitas dan vitalitas dengan aktivitas mereka terpusat di tengah kota yang makin padat. Dengan dimensinya yang mungil, berbagai masalah yang dihadapi pemilik mobil saat berada di kota, bisa diatasi. Antara lain, parkir yang mudah, lincah berkelit di tengah lalu lintas padat kota kota besar, irit bahan bakar, aman, nyaman dan tak kalah penting, tidak menimbulkan polusi udara. “Dengan demikian kota besar yang semakin sumpek nantinya, polusinya bisa dikurangi,” terang François Bancon, General Manager, Exploratory and Advance Planning Department, Product Strategy and Product Planning Division, Nissan Motor Co., Ltd. Di interior, hanya disediakan 3 kursi. Nissan menyebutnya 2 + 1. Rancangan seperti itu dibuat berdasarkan hasil survei terhadap pemakai mobil di kota-kota besar. Ternyata, mobil berkapasitas 4 penumpang, lebih sering digunakan untuk membawa pengemudinya saja. “Selama mobil digunakan, 90% hanya berisi pengemudinya. 5% dengan satu penumpang dan 4% dengan 2 penumpang. Nah, kapan mobil tersebut dimuat secara penuh. Padahal untuk menjalankan mobil berukuran lebih besar, diperlukan bahan bakar lebih banyak. Di samping itu, juga repot waktu parkir, kurang lincah bermanuver dan sebagainya,” komentar Bancon. Untuk mendapatkan mobil sesuai dengan kebutuhan orang kota, Nissan meminta Creative Box yang berkantor di Harajuku, Tokyo untuk mendesain Nuvu. Creative Box yang berada di harajuku ini sendiri adalah milik Nissan, namun bekerja secara independen Ditambahkan oleh François Bacon, mereka mengajak Creative Box, anak-anak muda Harajuku itu karena akvititas seharian mereka justru di tengah kota. “Merekalah yang lebih tahu kebutuhan orang kota dan anak muda di masa yang akan datang,” ujarnya.
Sumber Penggerak Untuk penggerak, digunakan motor listrik yang langsung dipasang di roda belakang. Sedangkan sumber energi, mengandalkan baterai lithium-ion laminasi yang mampu menyimpan energi 140 Watt- jam/kg. Meski begitu, kapasitas baterai dan jumlah modulnya tidak akan dibatasi oeh Nissan. Karena masih taraf penembangan, Nissan belum menentukan besarnya tenaga dan torsi untuk sumber penggerak mobil bergaya harajuku ini. Meski begitu, kemampuan batere sebagai sumber energi sudah diperhitungkan. Antara lain, sekali cas, baterai bisa digunakan untuk menmpuh jarak sejauh 125 km. Mobil bergaya harajuku ini juga bisa dikebut dengan kecepatan maksimum 120 km/jam. Baterai lithium-ion yang digunakan, ukurannya lebih tipis dengan komponen lebih sedikit. Meski begitu, kemampuan baterai menyimpan energi lebih besar, yaitu 1,5 kali – dalam waktu yang sama - lithium-ion konvensional meski ukurannya hanya separo. Di samping itu, kerjanya dua kali lebih efisien dengan umur pakai lebih lama, mencapai di atas lima tahun lebih atau 100.000 km lebih. Dengan baterai yang, memungkinkannya ditempatkan di bawah jok. Hasilnya, titik gravitasi mobil bergaya harajuku ini lebih rendah, membuatnya lebih stabil dan enak diajak bermanuver. Pengisian cepat, dari kosong sampai penuh hanya butuh waktu antara 10 – 20 menit, sementara pengisian penuh waktunya 3-4 jam yang langsung dicolokkan ke stop kontak dengan tegangan 220 Volt.
Sel Surya Seluruh atap mobil bergaya harajuku ini dibuat dari kaca yang juga berfungsi sebagai panel sel surya. Atap menyerap energi dari matahari yang kemudian mengubahnya menjadi “pohon energi” yang dapat digunakan untuk mengisi baterai atau untuk menambah tenaga motor listrik untuk berakselerasi. Kerja pengemudi dibuat makin mudah dan sederhana dengan menafaatkan teknologi “by-wire” untuk setir, rem, transmisi dan mengatur kecepatan mobil. Pengemudi dibawa ke suasana kokpit pesawat dengan setir bergaya pesawat. Setir hanya bisa diputar 360 derajat (dari posisi kunci-mengunci) dan membelokkan mobil secara langsung. Diameter putaran mobil hanya 3,7 meter. Penampilan mobil ini gagah karena menggunakan ban dan pelek 16 inci/55. Untuk mengurangi hambatan udara, Mobil bergaya harajuku ini tidak lagi dilengkapi kaca spion luar untuk memantau kondisi di belakangnya. Penggantinya adalah kamera kecil dengan luas penglihatan “bird eye” dan layar LCD di dashboard. Penghematan energi diterapkan pula pada lampu dan belakang dengan menggunakan LED. Sedangkan untuk memberikan suasana alami, lantai interior dibuat dari bahan organik alternatif, seperti serat kayu, karet ban mobil dan sebagainya. Dengan cara tersebut, Nissan berharap Mobil yang bergaya harajuku ini mampu membawa pengemudi dan penumpang ke suasana yang lebih alam meski keseharian mondar-mandir di dalam kota. Hebat yah, style Harajuku bisa Diterapkan di mobil..Memang untuk urusan kreatifitas, inovasi dan teknologi. Kita perlu mencontoh negara jepang. Kapan nih indonesia bisa seperti Ini.Dreaming..hehehehe...Salut lah bwt bangsa Jepang..Hidup Harajuku
|
| Last Updated on Thursday, 18 February 2010 04:39 |

