X Japan on guitar
Written by ferry janupati   
Saturday, 05 September 2009 08:46

 

 

Ada yang tw ni replika gitar sapa? Yups anda benar. ini gitar replika punya mendiang hide x japan..My lovely guitarist. Sengaja gw tampilin picture ini bwt album. coz Kalo kta bicara X japan  mau  g mw suka g suka pasti kita terbayang yang namanya Hide Ini..Hehehehe 

Flashback dulu Ya

Sebelum band diberi nama X, mereka menggunakan nama Dynamite (dari 1978-1980), dan Noise (1980 hingga musim panas 1982). Nama band baru diubah menjadi X Japan di tahun 1992, setelah keluarnya pemain bass terdahulu mereka, Taiji.

X Japan dikenal selalu melakukan pertunjukkan live yang spektakuler. Di tahun 1982 (saat band baru terbentuk) mereka sering tampil di festival-festival budaya dan beberapa pesta, hal ini menyebabkan X Japan dengan cepat mempunyai banyak fanbase.

Setelah Dahlia Tour 1996, di saat X Japan mencapai puncak kesuksesannya, Toshi mengumumkan bahwa dia akan meninggalkan Band. Karena Toshi sudah menjadi vokalis sejak band ini masih bernama "Dynamite" dan dia juga sudah menjadi icon dari X Japan, sangatlah mustahil untuk mengganti posisi Toshi. X Japan (tanpa Toshi) mengumumkan perpecahan band mereka saat konferensi pers tanggal 22 September 1997.

Setelah mengumumkan perpecahannya, Lalu X Japan menyelenggarakan konser terakhir mereka yang bertajuk The Last Live

Di lagu "Forever Love" Toshi berpelukan dengan Yoshiki sambil menangis, hal yang sebenarnya ingin dilakukan Yoshiki saat ia menghampiri Toshi adalah memukul Toshi, tetapi ia tidak jadi melakukannya karena teringat bahwa mereka berdua adalah sahabat baik (mereka berteman sejak mereka masih duduk di bangku TK), karena itu Yoshiki lebih memilih untuk memeluk Toshi saat Toshi merangkulnya.

Sesaat sebelum lagu "Endless Rain" dimulai, Yoshiki menangis saat ia berterima kasih terhadap para personil X japan dan seluruh fans. Di awal lagu, hide juga sempat tidak kuat menahan kesedihan dan menangis.

Disaat "The Last Song" selesai dinyanyikan (dimana semua penonton telah menangis), lagu "Tears" diputar dan layar besar di panggung menampilkan cuplikan-cuplikan perjalanan X Japan dari saat mereka masih sebuah band indie kecil sampai menjadi band nomor satu se-Jepang.

Setelah X Japan bubar, hide melanjutkan solo karirnya dengan band yang dibentuknya hide with Spread Beaver. Pata ikut serta membantu hide. Pata dan heath bergabung dengan DopeHEADz sampai band tersebut bubar di tahun 2003. Heath lalu bersolo karir di band Lynx, dan Pata di band Ra:IN 

Yoshiki dan hide dipercaya berencana membangkitkan kembali X di tahun 2000, dan mencari seseorang untuk menggantikan posisi Toshi. Sebuah tragedi besar menyebabkan hal ini tidak akan pernah terjadi saat hide meninggal pada tanggal 2 Mei 1998, setelah malam sebelumnya ia mabuk-mabukan. hide ditemukan tergantung di gagang pintu kamar mandinya dengan sebuah handuk melilit lehernya. Berita ini mengejutkan seluruh Jepang.

 Empat orang fans memutuskan untuk bunuh diri karena tidak rela hide meninggal, 2 diantaranya meninggal. Banyak spekulasi yang bermunculan mengenai meninggalnya hide. Bunuh diri ataukah kecelakaan semata, tetapi sama sekali tidak ada motif bagi hide untuk bunuh diri. Ada yang mengatakan lirik lagu "Pink Spider" yang singlenya dijadwalkan dirilis tanggal 3 Mei 1998 (sehari setelah meninggalnya hide)adalah semacam "pesan kematian" atau semacamnya.

Taiji, dalam buku yang ditulisnya (berjudul "X no Sei to Shi:Uchuu wo Kaeru tomo e" atau "Death and Life of X:To My Friends Who Flies Through Universe") mengatakan bahwa seluruh personil X Japan memiliki kebiasaan untuk mengikatkan handuk ke leher dan bahu mereka setelah selesai show. Kemungkinan hide berniat melakukan hal tersebut, tetapi karena mabuk ia malah terjatuh (hal yang sangat mungkin terjadi karena hide sedang berada di kamar mandi) dan tidak kuasa untuk melepaskan handuk yang melilit lehernya. Hal ini merupakan hal yang paling disetujui oleh fans-fans hide, mengenai kematian hide. Pada tanggal 7 Mei 1998, digelar upacara pemakaman hide. X Japan memainkan lagu "Scars" dan "Forever Love" di upacara pemakamannya. Taiji juga datang ke pemakaman hide. Ini adalah pertama kalinya Taiji bertemu kembali dengan para personil X Japan setelah ia keluar dari Band tersebut.

Syok karena meninggalnya hide, Yoshiki mendapat depresi yang sangat berat selama hampir 3 tahun, dia tidak bisa bermain atau mengarang musik lagi.

 Other info about x japan

  • Mantan Perdana Menteri Jepang, Junichiro Koizumi menyatakan bahwa ia adalah penggemar berat X Japan. Beliau berkata bahwa musik-musik X Japan telah mengubah cara berpikirnya sebagai seorang politisi, dan juga mengubah pandangannya mengenai masyarakat Jepang. Lagu yang paling disukai Junichiro Koizumi adalah lagu "Forever Love".
  • X Japan merupakan influence terbesar bagi banyak band-band Visual Kei lainnya. Ruki     (The Gazette) bahkan berkata bahwa X Japan merupakan band yang pertama ia saksikan.
  • Hide, merupakan orang yang sangat dihormati oleh banyak J-Rocker.Banyak juga J-Rocker yang memutuskan untuk menjadi seorang J-Rocker karena terinspirasi oleh hide


Okeh segitu dulu deh reviewnya,

Bisa bwt nemenin kita tidur nih. coz lagunya bikin ngantuk..hehehe

  1.  Last song
  2.  Longing
  3.  Endless Rain
  4.  Unfinished
  5.  Crucify My love
  6.  Alive
  7.  Say anything
  8.  Tears
  9.  Amethyst
  10.  Forever love
Langsung aja gw kasih link downloadnya

 DOWNLOAD

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Last Updated on Thursday, 18 February 2010 05:06